Dirancang agar friksi di awal serendah mungkin — mulai gratis, baru berkomitmen setelah tahu kekuatan kasusmu.
Klik “Konsultasi Gratis Sekarang” tanpa perlu daftar akun dulu — mengurangi friksi sejak interaksi pertama.
Lexa menggali kronologi, jenis sengketa, bukti yang dimiliki, dan estimasi nilai sengketa lewat percakapan terstruktur.
Lexa memberikan estimasi kelayakan kasus (tinggi/sedang/rendah) beserta penjelasan dasar hukumnya. Di titik ini kamu baru diminta membuat akun.
Sistem menyodorkan 3–5 pengacara mitra paling relevan berdasarkan spesialisasi dan rating.
Unggah dokumen pendukung — kontrak, sertifikat, bukti transfer — ke dashboard kasusmu.
Persentase success fee disepakati di awal dan dicatat dalam sistem escrow sebelum pengacara mulai bertindak.
Pantau progres lewat dashboard; komunikasi dengan pengacara tetap terintegrasi di platform.
Setelah kasus menang atau selesai menguntungkan, dana dari escrow dicairkan sesuai kesepakatan success fee.
Lexa menilai apakah bukti bersifat tertulis (kontrak, sertifikat, bukti transfer) atau hanya lisan. Bukti tertulis yang didukung saksi menghasilkan skor tinggi.
Sistem mendeteksi apakah kasus masih dalam masa daluwarsa gugatan (verjaring). Lewat tenggat = skor rendah disertai peringatan prioritas.
Kecocokan faktamu dengan pasal/UU terkurasi dan preseden Mahkamah Agung. Semakin spesifik kecocokan, semakin tinggi skor kekuatan kasus.
Lexa dirancang sakti secara pengetahuan, namun tetap transparan bahwa keluarannya adalah asesmen awal berbasis AI. Keputusan hukum final tetap di tangan pengacara berlisensi.
Kasus kompleks — melibatkan banyak pihak, unsur pidana, atau nilai sengketa di atas ambang batas — otomatis dieskalasi ke pengacara manusia.
Lexa hanya memberikan estimasi kekuatan kasus berdasarkan fakta yang tersedia — sesuai kode etik advokat soal janji hasil.
Cerita kasusmu ke Lexa dan dapatkan estimasi kekuatan kasus dalam hitungan menit.
💬 Konsultasi Gratis Sekarang